Kesehatan gigi dan mulut tidak bisa dipisahkan dari kesehatan tubuh. Pasalnya, semua yang terjadi pada organ tubuh pada dasarnya selalu terkait dengan organ lainnya.
Begitu juga dengan gigi dan kepala. Tak sedikit orang-orang yang menderita sakit gigi sampai ke kepala. Apa penyebab dari kondisi tersebut?

Faktanya, kepala dan wajah terdiri dari ribuan saraf serta otot-otot yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan atau stimulasi seperti rasa sakit kepada otak dan sistem saraf pusat.
Pada hampir seluruh kasus sakit gigi disertai sakit kepala melibatkan saraf trigeminal. Maka, berdasarkan inilah sakit gigi termasuk penyebab langsung yang dapat memicu sakit kepala.
Menurut jurnal penelitian oleh Molina et al, bahwa 23,5 persen penyakit gigi berhubungan dengan penyebab sakit kepala.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit gigi mengakibatkan sakit kepala. Berikut ini adalah beberapa penyakit gigi yang dimaksud:
- Gigi berlubang
- Gigi retak atau patah
- Gigi yang sudah non vital
- Infeksi gusi, terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan gigi bungsu
Terjadinya penyakit gigi di atas hanya menyebabkan rasa sakit di sekitar wilayah rongga mulut saja.
Jika tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, rasa sakitnya bisa bertambah intens dan terasa dekat dengan sumber penyakit giginya.
Kalau di atas adalah jenis penyakit yang tidak sampai memicu sakit kepala, berikut di bawah berbagai macam penyakit gigi yang dapat memicu sakit kepala idan penyakit ini adalah penyakit yang dapat menyebabkan kepala nyut-nyutan.
1. Gangguan pada Sendi Rahang (Temporomandibular Disorder)
Sendi rahang terletak pada area pertemuan antara tulang tengkorak dan rahang bawah, sedangkan otot-ototnya ada di samping kiri dan kanan wajah untuk mengontrol pergerakan sendi.
Jika otot-otot tersebut tidak bekerja seperti seharusnya, maka dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam. Pada beberapa orang, rasa sakit ini dapat memicu terjadinya sakit kepala. Gangguan sendi rahang bisa terjadi akibat kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism), pemasangan gigi palsu yang tidak tepat dan kebiasaan mengunyah dengan satu sisi gigi.
2. Abses atau Infeksi Gigi
Gigi dapat mengalami abses akibat lubang gigi yang sudah terlalu dalam ataupun gigi yang mengalami retak. Kondisi itu mengakibatkan peradangan hebat pada gigi ataupun pada jaringan di sekeliling gigi tersebut.
Jaringan di sekeliling gigi meliputi saraf-saraf di bagian wajah. Jika infeksi dari gigi mengenai bagian saraf wajah tersebut, maka bisa mencetuskan gejala rasa sakit berdenyut yang tajam, mulai dari area rahang, daerah samping wajah, hingga mencapai kepala.
3. Dry Socket atau Infeksi Pasca Pencabutan Gigi
Setelah melakukan tindakan pencabutan gigi, pasien harus taat pada instruksi dokter gigi. Jika tidak, terdapat ancaman komplikasi yang disebut dengan dry socket. Kondisi tersebut adalah suatu infeksi yang terjadi pada permukaan tulang setelah pencabutan gigi.
4. Perikoronitis
Perikorontitis adalah infeksi jaringan gusi pada gigi geraham bungsu. Kondisi ini umumnya terjadi pada gigi geraham bungsu yang mengalami gangguan pertumbuhan. Perikorontitis mencetuskan gejala gusi bengkak, sulit dan terasa nyeri ketika menelan, nyeri taham di sekitar gigi geraham.
5. Pulpitis
Pulpitis adalah peradangan pula, yang merupakan bagian gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini sering menjadi penyebab utama gigi tanggal pada usia muda.
6. Periodontitis
Periodontitis adalah infeksi pada gusi yang terjadi akibat penumpukan bakteri sehingga membentuk plak pada pangkal gigi. Plak tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitar gigi, yang turut memengaruhi jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.
7. Impaksi Molar Tiga
Impaksi molar tiga adalah kondisi yang terjadi akibat gigi bungsu (molar) tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh.
Impaksi molar tiga menyebabkan gejala rasa sakit atau kaku pada rahang di bagian gigi yang mengalami keluhan. Apabila terdapat infeksi, penderita bisa mengalami sakit gigi sampai kepala.
Nah, itulah mengapa sakit gigi dapat memicu sakit kepala, beberapa gangguan pada gigi dan rahang memang terbukti dapat memicu sakit kepala. Keadaan ini karena persarafan pada daerah-daerah wajah dan kepala yang dicakup oleh saraf trigeminal saling terhubung, sehingga sakit gigi bisa disertai rasa sakit di kepala.
Maka dari itu, jagalah kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari dan tambahkan penggunaan floss, dan tentunya perawatan gigi minimal setiap 6 bulan sekali.
Jangan lupa juga untuk menghindari makanan yang mengandung bahan perusak gigi (kariogenik), serta gunakan sikat gigi berbulu lembut untuk meminimalkan risiko iritasi pada gigi dan gusi.
Dengan cara-cara tersebut, Anda tidak akan mengalami sakit gigi sampai kepala atau setidaknya dapat meminimalisir gangguan kesehatan lainnya. Atau konsultasikan ke klinik gigi @happyteethdentalcare agar masalah tentang radang dan pusing akibat gigi ngilu dapat teratasi.
Artikel ini di kutip dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3623937/mengapa-sakit-gigi-bisa-memicu-sakit-kepala
“Happy Life Begin From Happy Teeth”